14 Agustus 2019 10:50:07
Ditulis oleh admin

Sejarah Desa

 

PROFIL  DESA SIDOHARJO

 

  • Kondisi Desa

2.1.1. Sejarah Desa

Desa Sidoharjo terdiri dari 5 dukuh yaitu dukuh Lanjam, dukuh banaran, dukuh wadung, dukuh tapen dan dukuh malo. Dengan luas wilayah mencapai 1707,5 Ha. dan jumlah penduduk mencapai 4167 Jiwa, sedangkan mayoritas penduduk Sidoharjo adalah bertani. Adapun letak geografis Desa Sidoharjo adalah di sebelah barat berbatasan dengan desa Wanglu Wetan , disebelah utara berbatasan dengan Desa Wanglu Wetan dan desa Binangun, sebelah timur berbatasan dengan desa Rayung dan di sebelah selatan berbatasan dengan desa Wonosari.

Pada era setelah jaman kemerdekaan dahulu, Desa Sidoharjo bernama Sambongrejo, sedangkan Tapen merupakan sebuah Desa yang berdiri sendiri  yang pada waktu itu dipimpin oleh Kasbulah. Sambungrejo seniri terdiri dari 3 dukuh yaitu dukuh lanjam, dukuh banaran dan dukuh malo. Setelah terjadi agresi belanda yang kedua pada tahun 1945 maka antara desa sambongrejo dan desa Tapen digabung menjadi satu dan diberi nama Sidoharjo.

Sidoharjo berasal dari kata Sido yang artinya Jadi dan Harjo yang artinya Makmur. Jadi maksud pemberian nama Sidoharjo yaitu agar penduduk Sidoharjo “Menjadi Makmur “ tidak kekurangan sandang dan pangan.

Kepala Desa Sidoharjo yang pertama yaitu Djojo Pasi yang menjabat pada tahun 1945. Djojo Pasi hanya memerintah selama satu tahun karena tahun 1946 beliau meninggal dunia.

Setelah Djojo Pasi meninggal kemudian digantikan oleh Djojo Kasiban. Djojo Kasiban memimpin Sidoharjo selama dua tahun yaitu yaitu dari tahun 1946 sampai dengan tahun 1947.

Kemudian pada tahun 1947 sampai tahun 1954 Desa Sidoharjo dipimpin oleh Djojo Sentiko yang mempunyai nama kecil Sadir. Pada tahun 1954 beliau meninggal dunia, sehingga pemimpin desa Sidoharjo digantikan oleh Djojo Diharjo.

Pada pimpinan Djojo Pasi sampai kepemimpinan Djojo Sentiko pembangunan belum mulai terarah karena sumber daya manusia yang masih rendah. Sehingga penduduk Sambongrejo yang sekarang ini Sidoharjo mayoritas adalah petani. Djojo Diharjo memimpin Desa Sidoharjo selama 35 tahun yaitu dari tahun 1954 sampai 1989. pada masa kemimpinan Djojo Diharjo Desa Sidoharjo mengalami perkembangan sangat pesat. Djojo Diharjo berhenti pada tahun 1989 karena faktor usia.

Kemudian setelah itu Desa Sidoharjo dipimpin oleh Warji pada tahun 1989 sampai 2007. dan setelah Warji berhenti karena masa jabatan habis, maka pada bulan Agustus 2007 diadakan pemilihan Kepala Desa Sidoharjo dan yang terpilih adalah Tri Santoro ST.

Pada masa kemimpinan Djojo Diharjo, yang bernaung dibawah Pemerintahan Orde Baru, dengan landasan  REPELITA, maka Pembangunan Desa Sidoharjo mulai nampak menunjukan perubahan yang sangat signifikan.

Dibidang infrastruktur, sarana dan prasarana mulai berkembang, seperti pembangunan gedung SD, SMP, kantor desa, pasar desa, dan lapangan olah raga serta masjid, meskipun kondisinya tidak sebaik sekarang. Untuk prasarana jalan pada saat kepemimpinan Djojo Diharjo hanya jalan poros desa yang dibangun, itupun hanya dengan lapisan penetrasi. Untuk pembangunan dibidang pertanian yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani  dengan  lahan paling luas di Kabupaten Tuban. Terasa masih kurang memadai, hal ini menyebabkan penghasilan penduduk Desa Sidoharjo masih rendah karena kurangnya sarana Irigasi yang belum dapat memenuhi kebutuhan lahan pertanian sampai sekarang,  sehingga produksi pertanian penduduk Sidoharjo kurang maksimal.

Desa Sidoharjo pada masa kemimpinan bapak Djojo Diharjo juga mengembangkan pembangunan dibidang seni budaya, misalnya sandur, ketoprak juga dibidang kerajinan membuat genteng yang terletak di dusun lanjam, Dll. Dan pada akhir masa jabatan Djoyo Diharjo budaya seni yang dimiliki oleh Desa Sidoharjo lambat laun mulai hilang dan luntur.

Sejarah Pemerintahan Desa :

Sejak terbentuk Desa Sidoharjo telah mengalami pergantian kepemimpinan (Kepala Desa)  sebagai berikut :

  • Tahun 1945 – 1946, Desa Sidoharjo dipimpin oleh Djojo Pasi
  • Tahun 1946 – 1947, Desa Sidoharjo dipimpin oleh Djojo Kasiban
  • Tahun 1947 -1954, Desa Sidoharjo dipimpin olehDjojo Sentiko
  • Tahun 1954 – 1990, Desa Sidoharjo dipimpin oleh Djojo Dihardjo
  • Tahun 1990 – 2007, Desa Sidoharjo dipimpin oleh Warji
  • Tahun 2007 – sekarang, Desa Sidoharjo dipimpin oleh Tri Santoro, ST.

2.1.2  Demografi

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2010, jumlah penduduk Desa Sidoharjo adalah terdiri dari 1.227 KK, dengan jumlah total 4.560 jiwa, dengan rincian 2.272 laki-laki dan 2.288 perempuan sebagaimana tertera dalam Tabel 1.

 

Tabel 1

Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

No

Usia

Laki-laki

perempuan

Jumlah

Prosentase

1

0 – 5

202

203

405 orang

8,88%

2

6 – 10

198

199

397 orang

8,71%

3

11 – 15

210

211

421 orang

9,23%

4

16 – 20

197

198

395 orang

8,66%

5

21 – 25

190

192

382 orang

8,38%

6

26 -30

189

190

379 orang

8,31%

7

31 – 35

186

187

373 orang

8,18%

8

36 – 40

189

191

380 orang

8,33%

9

41 – 45

186

188

374 orang

8,20%

10

46 – 50

178

179

357  orang

7,83%

11

51 – 55

183

184

367 orang

8,05%

12

56 – 60

117

117

234 orang

5,13%

13

>60

48

48

96 orang

2,11%

Jumlah Total

2.272

2.288

4.560 orang

100 %

   Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Sidoharjo sekitar 2.259 atau hampir 49,54 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.

Dari jumlah 1.227 KK di atas, sejumlah 335 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera; 138 KK tercatat Keluarga Sejahtera I; 418 KK  tercatat Keluarga Sejahtera II; 255 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 81 KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih  38 % KK Desa Sidoharjo  adalah keluarga miskin..

Secara Topografi ketinggian desa ini adalah berupa dataran sedang yaitu sekitar  30 m di atas permukaan air laut, terletak di Kecamatan Senori  Kabupaten Tuban memiliki luas administrasi 1.268,742 Ha,

Secara administratif, Desa Sidoharjo terletak di wilayah Kecamatan Senori Kabupaten Tuban dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga.

Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Binangun

Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Wanglu Wetan

Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Wonosari

Di sisi Timur berbatasan dengan Desa Rayung

Jarak tempuh Desa Sidoharjo. ke ibu kota kecamatan adalah 5 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15  menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 55 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam 20 menit.

Pola pembangunan lahan di desa Sidoharjo lebih didominasi oleh kegiatan pertanian pangan yaitu palawija ( padi, kedelai, jagung, tembakau, semangka ) dengan penggunaan pengairan tadah hujan.

     Aktifitas mobilisasi di Desa Sidoharjo cukup tinggi, khususnya mobilisasi angkutan hasil-hasil pertanian maupun sumber-sumber kegiatan ekonomi lainnya.  Selain itu juga didukung fasilitas pendidikan serta fasilitas Kesehatan berupa Polindes yang sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

 

Namun demikian masih banyak permasalahan yang akhirnya menimbulkan masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran dan kenakalan remaja.  Hal tersebut terjadi karena keberadaan potensi yang ada di desa  kurang ditunjang oleh infrastruktur yang memadai dan sumber daya manusia yang memenuhi, misalnya keberadaan lahan pertanian yang luas di Desa Sidoharjo tidak bisa mengangkat derajat hidup petani karena produktifitas pertaniannya tidak maksimal bahkan relatif rendah.  Hal tersebut disebabkan karena sarana irigasi yang kurang memadai serta sumberdaya para petani baik yang berupa modal maupun pengetahuan tentang sistem pertanian modern yang relatif masih kurang.  Akibatnya banyak masyarakat petani yang taraf hidupnnya masih dibawah garis kemiskinan

Catatan : Agar dilengkapi dengan data PPLS Terbaru atau data demografi desa yang terakhir (Update terakhir)

 

2.1.2.1  Pendidikan

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Sidoharjo dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5

Tamatan Sekolah Masyarakat

 

No

Keterangan

Jumlah

Prosentase

1

Buta Huruf Usia 10 tahun ke atas

52

1,43 %

2

Pra-Sekolah

159 org

4,38 %

3

Tidak Tamat SD

120 org

3,31%

4

Tamat Sekolah SD

1707 org

47,02%

5

Tamat Sekolah SMP

1360 org

37,47%

6

Tamat Sekolah SMA

162 org

4,46%

7

Tamat Sekolah PT/ Akademi

70 org

1,93%

Jumlah Total

3.630 org

100 %

 

Data di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Sidoharjo hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan tingkat SD dan SMP. Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.

Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Sidoharjo, tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Sidoharjo baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara untuk pendidikan tingkat menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.

Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Sidoharjo yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Sidoharjo. Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang. 

  • Kesehatan

Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, demam berdarah, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat  Desa Sidoharjo secara umum.

Sedangkan data orang cacat mental dan fisik juga cukup tinggi jumlahnya. Tercatat penderita bibir sumbing berjumlah 1 orang, tuna wicara 7 orang, tuna rungu 5 orang, tuna netra 8 orang, dan lumpuh 12 orang. Data ini menunjukkan masih rendahnya kualitas hidup sehat di Desa Sidoharjo

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait keikutsertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif tahun 2007 di Desa Sidoharjo berjumlah 774 pasangan usia subur. Sedangkan jumlah bayi yang diimunisasikan dengan Polio dan DPT-1 berjumlah 85 bayi. Tingkat partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa dimaksimalkan mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa Polindes di Desa Sidoharjo. Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan yang relatif lengka ini berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir. Dari 20 kasus bayi lahir pada tahun 2009, hanya 1 bayi yang tidak tertolong.

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 412 balita di tahun 2009, masih terdapat 1 balita bergizi buruk, 2 balita bergizi kurang dan lainnya sedang dan baik. Hal inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Sidoharjo ke depan lebih baik.   

 

2.1.3 Keadaan Sosial

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Sidoharjo, tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pimilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap. Setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa.     Pada bulan Juli dan Nopember 2008 masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur putaran I dan II secara langsung. Walaupun tingkat partisipasinya lebih rendah dari pada pilihan kepala Desa, namun hampir 70% daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah proggres demokrasi yang cukup signifikan di desa Sidoharjo.

Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Sidoharjo  mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.

Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Sidoharjo mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Sidoharjo kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

 Dalam hal kegiatan keagamaan , suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Hal ini tergambar dari dipakainya kalender Jawa/ Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa.

Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Sidoharjo. Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Sidoharjo. Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.

Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Sidoharjo. Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial

2.1.4 Keadaan Ekonomi

Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Sidoharjo Rp. 25.000,- Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Sidoharjo dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian

 

 

 

 

 

 

Tabel 6

Mata Pencaharian dan Jumlahnya

     

No

Mata Pencaharian

Jumlah

Prosentase

 

1

Pertanian

2.869 orang

91,84 %

 

2

Jasa/ Perdagangan

1. Jasa Pemerintahan

 

72 orang

 

2,3 %

 

2. Jasa Perdagangan 

40 orang

1,28 %

 

3. Jasa Angkutan

22 orang

0,7 %

 

4. Jasa Ketrampilan

59 orang

1,89 %

 

5. Jasa lainnya

0 orang

0,0 %

 

3

 Sektor Industri

0 orang

0,0 %

 

4

Sektor lain

62 orang

1,98 %

 

Jumlah

3.124 orang

100 %

 

 

Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di Desa Sidoharjo  masih cukup rendah. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 128 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 2.694 orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Sidoharjo

2.2.      KONDISI PEMERINTAHAN DESA

 

  • PEMBAGIAN WILAYAH DESA

Wilayah Desa  Sidoharjo terdiri dari 5 Dusun yaitu : Tapen, Wadung, Malo, Banaran dan Lanjam, yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini. Dalam rangka memaksimalkan fungsi pelayanan terhadap masyarakat di Desa Sidoharjo, dari ketiga dusun tersebut terbagi menjadi  7 Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga (RT).

 

2.2.2. STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA

Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Sidoharjo memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya.

Sebagai sebuah desa, sudah tentu struktur kepemimpinan Desa Sidoharjo  tidak bisa lepas dari strukur administratif pemerintahan pada level di atasnya. Hal ini dapat dilihat dalam bagan berikut ini:


Bagan I

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan

Desa Sidoharjo

Kaur Ekonomi &Keuangan

 

Tabel 1

Nama Pejabat Pemerintah Desa Sidoharjo

 

No

Nama

Jabatan

1

NUR CAHYANINGSIH

Kepala Desa

2

Sukanto

Sekretaris Desa

3

Yamohar

Kasi Pemerintahan

4

Komsiatun

Kaur Perencanaan

5

Yatemo

Kaur  Keuangan

6

Warsono

Kasi Trantib

7

Masmudan

Kasi Kesra

8

Wahid

Kasi Pertanian dan Pengairan

9

Ahmad

Kasun Tapen

10

Triyono

Kasun Wadung

11

Agus Suyanto

Kasun Malo

12

Wardoyo

Kasun Banaran

13

Takrip

Kasun Lanjam

 

Tabel 2

Nama Badan Permusyawaratan Desa Sidoharjo

 

No

Nama

Jabatan

1

Parwito, S.Pd

Ketua

2

M. Saifuddin

Wakil Ketua

3

Supriyanto

Sekretaris

4

Suharsono, M.Pd

Anggota

5

Mustahal

Anggota

6

Sami Rahayu

Anggota

7

Suliyah, SE.

Anggota

8

Julianto

Anggota

9

Masrukan

Anggota

   

 

Tabel 3

Nama-nama LPMD Desa Sidoharjo

 

No

Nama

Jabatan

1

Darsono, M.Pd

Ketua

2

Marwan, S.Pd

Sekretaris

3

Suparto, M.Pd

Bendahara

4

Suwartam

Seksi Agama

5

Kamsirah

Seksi Peranan Wanita

6

Rohmad

Seksi Olahraga

7

Mutoyo

Seksi Lingkungan Hidup

8

Sunaryo

Seksi Ketertiban

9

Abdul Manan

Seksi Sosial Budaya

10

Irfan

Seksi Perekonomian dan Pembangunan

 

Tabel 4

 Pengurus Karangtaruna Desa Sidoharjo

 

No

Nama

Jabatan

1

Sussis Efendi, SH.

Ketua

2

 

Sekretaris

3

Warsito

Bendahara

4

Supriyanto

Anggota

5

Tegik Gutoni

Anggota

6

Raswo

Anggota

7

Istiono

Anggota

8

Efendi

Anggota

9

Ali Imron

Anggota

10

Rustam Hadi

Anggota

11

Nardi

Anggota

12

Beny Rahmadi

Anggota

13

David Putranda

Anggota

14

Puspita Dewi

Anggota

15

Rizal Supriyanti

Anggota

16

Novita Megasari

Anggota

17

Luluk S.

Anggota

18

Sumarni

Anggota

 

Tabel 5

Tim Penggerak PKK Desa Sidoharjo

 

No

Nama

Jabatan

1

Ena Melawati

Ketua

2

Yati Subiatun

Sekretaris

3

Sulami

Bendahara

4

Rina

Anggota

5

Siti Alimah

Anggota

6

Sami Rahayu

Anggota

7

Sumiyati

Anggota

8

Nyariamah

Anggota

9

Wiji Susanti

Anggota

10

Sri Ningsih

Anggota

11

Supinah

Anggota

12

Supi’ah

Anggota

13

Sriatun

Anggota

14

Parmini Farida

Anggota

15

Suprapti

Anggota

16

Kamsirah

Anggota

 

Secara umum pelayanan pemerintahan Desa Sidoharjo kepada masyarakat cukup memuaskan dan kelembagaan yang ada berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

 



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus